Wisata Lahat dan Pagaralam/Pulang Kampung

Wisata Lahat dan Pagaralam/Pulang Kampung

(By Adrian Fajriansyah 01/08/2012)

Gambar 1.  Salah satu pesona wisata tanah Basemah adalah Gunung Dempo.

            Teringat masa kecil dulu, waktu kecil setiap kali diajak oleh bapak pulang ke kampung di Desa Jati Lama, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan aku selalu antusias.  Dulu kakek dan nenek saya masih lengkap, kakek yang sering saya panggil dengan sebutan nenek besak, karena memang tubuhnya tinggi besar (eks Polisi Militer) dan nenek puan sebutan nenek perempuan masih hidup dan sehat walafiat.  Tapi sekarang nenek besak sudah tiada (beliau wafat tahun 2008 lalu) dan nenek puan sudah tua dan sakit-sakitan.

Gambar 2.  Salah satu jalan menuju ke Gunung Dempo.

Gambar 3.  Gunung Dempo sebagai latar belakang dan latar depannya adalah tugu Pagaralam kota bunga.

            Sekarang liburan ke kampung kesannya terasa agak berkurang, tidak ada lagi momen memijat nenek besak dan bercerita dengannya tentang pengalaman masa lalunya, serta tidak ada lagi momen masak menggunakan kayu bakar bersama dengan nenek puan karena beliau sekarang sakit-sakitan dan tidak bisa jalan lagi.  Sepi itulah kesan liburanku sekarang.

Gambar 4.  Tugu Pagaralam Kota Bunga berada di komplek perkantoran pemerintah Kota Pagaralam.

            Dulu waktu nenek besak masih ada, aku diwaktu kecil sering di ajak mandi di pancuran yang airnya langsung dari mata air bukit di depan kampung kami.  Begitu juga dengan nenek kecil, dulu waktu beliau masih sehat walafiat aku sering bermain bersamanya didapur yang masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar masaknya.

Gambar 5.  Pagaralam adalah poros utama kehidupan manusia purba yang hidup di sana di zaman megalitikum.

Gambar 6.  Keasrian Kota Pagaralam dengan Gunung Dempo yang gagah perkasa dan hamparan sawah hijau yang indah.

            Nenek besak/besar (kakek) ku adalah seorang eks polisi militer, dulu kata bapakku sewaktu tahun 1960an, ketika marak aksi pemberontakan yang mengganggu kesatuan NKRI, nenek besak pernah dua kali dikirim ke Aceh untuk bergabung dengan tentara lainnya guna mengamankan Aceh dari aksi pemberontakan.  Beliau berbadan tegap, besar dan tinggi.  Beliau sendiri meninggal di tahun 2008 karena kecelakaan, saat itu beliau sedang menyeberang jalan, lalu tiba-tiba datang motor dengan kecepatan tinggi dan menabrak nenek besak.  Beliau meninggal di RSUD Muhammad Husin Palembang karena tidak mampu melewati masa kritisnya.  Saat itu aku turut menemaninya di rumah sakit dari hari pertama hingga beliau wafat.

Gambar 7.  Situs Megalitikum Tegur Wangi Lama, salah satu situs megalitikum yang ada di Kota Pagaralam.

            Sedangkan nenek puan adalah seorang wanita yang sangat kuat.  Beliau sendiri sejatinya tidak bisa melihat.  Kebutaan nenek puan dimulai ketika beliau melahirkan bapakku, kata dokter sel darah putihnya telah menyerang saraf mata hingga akhirnya buta.  Dulu di tahun 1960an telah dilakukan segala upayah untuk mengobati nenek puan.  Panglima Harun Sohar yang merupakan sepupuh dari nenek besak dan nenek puan menganjurkan agar nenek puan dikirim ke Palembang, untuk berobat di RSUD Muhammad Husin.  Namun semuanya sia-sia, pada akhirnya mata nenek puan tetap tidak bisa melihat.  Sampai detik ini nenek puan tidak pernah tahu bagaimana wajah Bapakku, aku, menantu dan semua cucu serta cicitnya, tak pernah belaiu tahu.  Sedih memang melihat kenyataan beliau hanya bisa merabah wajah anak, menantu, cucu dan cicitnya saja.  Tapi bagiku, nenek puan tetap orang yang hebat.  Bagaimana tidak, lebih 50 tahun beliau bergelut dengan kebutaan, namun belaiu tetap bisa menjadi seorang ibu dan istri bagi anak dan suaminya.  Beliau seolah memiliki indra keenam, dalam kebutaannya beliau tetap bisa bekerja seperti orang yang melihat, beliau bisa memasak, mencuci, membersihkan rumah dan dia lebih paham seluk beluk isi rumah disbanding kami yang melihat.  Itulah nenek puan, Allah SWT telah melatih beliau menjadi seorang yang sangat tanggung walau dengan keterbatasan tidak mampu melihat, Allah SWT pula telah memberinya kekuatan lebih yaitu mata hati yang mampu melihat lebih hebat dibandingkan mata kepala.

Gambar 8.  Batu megalit yang diukir menjadi sesosok mahluk oleh para manusia purba yang hidup di Pagaralam saat zaman megalitikum.

Gambar 9.  Batu megalitikum seperti ini banyak ditemui di Pagaralam dan daerah Basemah lainnya.

            Sekarang nenek puan sudah tua, umurnya sudah 79an tahun, usia yang cukup tua untuk manusia zaman sekarang.  Sakit tua telah membuat nenek puan tak mampu lagi berdiri, kakinya sudah lemah, punggungnya pun telah membungkuk.  Kata ibuku, kondisi nenek puan saat ini sangat mirip dengan kondisi ibunya (buyutku) sewaktu masih hidup dulu, ibuku masih sempat melihat buyutku hidup, menurut ibuku buyutku dulu sudah tua renta, bungkuk dan tidak bisa beridiri lagi ketika usianya setua nenek.  Mungkin itu sudah menjadi kodratnya, semakin tua maka semakin melemah pula kondisi tubuh manusia.  Sekarang yang bisa kami lakukan adalah merawat nenek, paling tidak kami harus membalas budinya yang dulu sewatu beliau sehat beliauah yang merawat kami.

Gambar 10.  Peninggalan megalitikum yang banyak ditemukan di tanah Basemah adalah bukti bahwa peradaban manusia di Indonesia khususnya di tanah Basemah telah maju sejak zaman dahulu kala.

            Itulah sekilas mengenai keadaan kakek dan nenekku.  Kalau bicara mengenai kampungku sendiri sangat menarik, kampungku terletak di Desa Jati Lama, Kabupaten Lahat, Sumtera Selatan, kampungku ini berada di tempat yang masih cukup lestari, dimana dikampungku kita masih bisa melihat hutan yang hijau dan lebat, air sungai jernih yang mengalir deras, sawah-sawah penduduk dan bangunan-bangunan tradisional khas dikampung.

Gambar 11.  Batu-batu peninggalan megalitikum Pagaralam sekarang banyak yang dibiarkan terlantar di tengah-tengah ladang sawah masyarakat setempat.

Gambar 12.  Dolmen adalah salah satu peninggalan manusia purba zaman megalitikum di Kota Pagaralam.

            Jika ke kampungku kalian tidak akan bosan, karena letak kampungku sangat strategis, bila kita ingin ke kota Lahat hanya butuh 15 menit perjalanan dan bila ingin ke kota Pagaralam hanya butuh waktu 2 jam.  Di kota Lahat kita masih bisa menemui pepohonan yang rindang ditengah kota, yang merupakan tinggalan Belanda saat menduduki Lahat.  Di Lahat pula kita masih bisa melihat bangunan-bangunan tua sisa colonial Belanda.  Untuk pesona wisata alam, di Lahat mengalir sungai Lematang yang berarus deras dan bebatuan koral yang besar, salah satu keunikan dari sungai tersebut.  Yang tidak kalah indah dari kota Lahat adalah pesona wisata Bukit Selero yaitu bukit yang memiliki bentuk seperti jempol, sehingga masyarakat sekita lebih beken memanggilnya Gunung Telunjuk, bukit tersebut mungkin adalah satu-satunya bukit/gunung yang memiliki bentuk seperti jempol manusia.  Bukit Selero/Gunung Telunjuk juga adalah salah satu bagian dari gugus perbukitan bukit barisan.

Gambar 13.  Situs-situs sejarah seperti ini diharapkan selalu dijaga dengan baik oleh Pemkot setempat maupun masyarakat sekitar.

            Yang khas lagi dari kota Lahat adalah banyaknya ditemui situs-situs megalitikum.  Diperkirakan di Lahat telah ada peradaban yang sangat maju sejak zaman megalitikum atau zama purba batu tua.  Peradaban yang maju di tanah Basemah kabupaten Lahat sangat jelas terlihat dari betapa banyak dan luar biasanya peninggalan sejarah dari orang-orang pra sejarah tersebut, batu-batu megalitikum tersebut terukit indah diatas batu-batu raksasa, sebagai manusia yang hidup di zaman sekarang mungkin kita akan menganggap itu adalah ukiran biasa yang mudah untuk dibuat, tapi untuk teknologi di zaman pra sejarah itu merupakan hasil seni yang sangat hebat dan maju di zamannya.  Selain ukiran batu/situ batu megalitikum, di Lahat pula ditemui goa-goa orang pra sejarah, segalah temuan megalitikum dan goa-goa orang pra sejarah tersebut membuktikan bahwa Lahat adalah tanah purba, yaitu tanah yang telah didiami oleh penduduk/manusia sejak zaman dahulu kalah.  Tidak heran memang bila Lahat telah menjadi pusat peradaban sejak zaman dahulu kalah, karena memang tanah Lahat adalah tanah yang subur dan hutannya kaya akan flora dan fauna, sehingga manusia purba yang memiliki sifat hidup berburu dan bercocok tanam (nomaden) memilih untuk mendiami tanah Lahat sebagai tempat hidup mereka.

Gambar 14.  Plang penunjuk keberadaan tempat wisata Air Terjun Lematang Indah.

            Bila telah puas mengekplorasi kabupaten Lahat, maka kita dapat melanjutkan perjalanan wisata kita ke kota Pagaralam.  Di kota dataran tinggi Pagaralam kita akan betah berlama-lama berada di sana, karena selain udaranya yang sejuk dan nyaman, disekeliling kota kita akan dimanjakan oleh pemandangan alam berupa bukit barisan dan Gunung Dempo sebagai porosnya.  Selain dapat menikmati keindahan alamnya yang masih hijau dan lestari, di Pagaralam juga kita dapat temui situ-situs megalitikum yang terhampar luas diseluruh penjuru kota tersebut, seperti yang ada di Lahat.  Menurut catatan sejarah memang menyatakan, bahwa tanah Basemah yang terdiri dari Lahat, Pagaralam, Bengkulu, tanah Komering dan lainnya adalah sekumpulan wilayah yang sejak dari zaman pra sejarah telah dihuni oleh manusia purba, hal ini karena tanah Basemah adalah tanah yang subur di mana sangat cocok untuk dihuni oleh makhluk hidup, terutama manusia purba.

Gambar 15.  Di pinggir jalan lintas Lahat-Pagaralam dan di balik jembatan itulah tempat keberadaan lokasi wisata Air Terjun Lematang Indah.

            Yang tidak kalah seru pula dari Pagaralam adalah wisata air terjunnya, di Pagaralam ada sebuah air terjun yang cukup populer dan mudah untuk diakses, yaitu Air Terjun Lematang Indah.  Air terjun lematang indah terletak di jalan raya Lahat-Palembang, di mana letak air terjun tersebut persis di pinggir jalan, sehingga kita tidak sulit untuk menemui air terjun tersebut.  Bila melalui jalan raya Lahat-Pagaralam, kita akan melihat plang nama yang menunjukkan letak Air Terjun Lematang Indah, dari kejauhan pun kita dapat mendengar deburan air yang sangat deras dari air terjun tersebut.  Air terjun lematang indah memiliki debit air yang cukup deras, di bawahnya mengalir sungai lematang yang indah dengan bebatuan koral yang semakin mempercantik sungai tersebut, ditambah pula hutan yang rimbun dan hijau yang masih sangat lestari mengelilingi daerah wisata tersebut, serta hawanya yang sejuk membuat para wisatawan tidak akan kecewah dengan tempat wisata satu ini.

Gambar 16.  Air terjun lematang indah.

Gambar 17.  Air terjun lematang indah adalah salah satu asset wisata yang dimiliki oleh Kota Pagaralam, namun sayang keberadaannya kurang diperhatikan, karena tidak ada sarana dan prasarana pendukung yang memadai mengakibatkan tempat ini sepi dari kunjungan wisatawan.

Namun sayangnya, saat aku mengunjungi tempat wisata tersebut (Selasa, 24 Juli 2012), jembatan yang menghubungi jalan raya ke lokasi spot air terjun itu sedang rusak, sehingga tidak bisa dilalui oleh wisatawan yang ingin menikmati tempat itu, aku sendiri waktu berkunjung ke sana tempo hari harus melewati sungai yang deras demi mendokumentasikan keindahan alam wisata Air Terjun Lematang Indah.  Mungkin bagi kalian yang berjiwa adventure melewati sungai berarus deras bukanlah masalah, melainkan tantangan yang sangat seru, tapi bagaimana bila yang datang adalah wisatawan dari kota yang tidak biasa dengan kondisi alam ekstrim, pastinya mereka tidak akan mau mengambil resiko terseret arus saat melalui derasnya arus sungai yang sangat deras tersebut.  Sayang sekali memang, tempat wisata yang sangat indah dan pontensial tersia-siakan begitu saja.  Pemerintah setempat kurang peduli dengan kondisi sarana dan prasarana ditempat wisata yang ada di daerah tersebut.  Seharusnya bila memang pemerintah setempat ingin mengembangkan pontensi wisata didaerah tersebut maka sarana dan prasaran penunjang tempat wisata tersebut haruslah menjadi perhatian utama.

Gambar 18.  Air terjun lematang indah memiliki ciri khas debit air terjun yang deras dan sungai lematang dengan bebatuan koral yang besar mengalir di bawahnya.

Gambar 19.  Air terjun lematang indah yang memang indah ini sayangnya kurang perhatian oleh pemerintah setempat, padahal letaknya yang mudah dijangkau oleh wisatawan seharusnya bisa menjadi spot wisata andalan bagi Kota Pagaralam.

Sungguh disayangkan bila tempat wisata yang sangat potensial seperti Air Terjun Lematang Indah tersia-siakan begitu saja.  Alam wisata Indonesia yang sangat indah luar biasa dan tidak kalah dengan di luar negeri harus tersia-sia begitu saja.  Buat apa kita membanggakan wisata alam yang ada di luar negeri padahal wisata alam di Negara kita jauh lebih indah.  Sekarang yang patut disalahkan kenapa Indonesia tidak menjadi tujuan wisata utama dunia adalah pemerintah.  Alam Indonesia sudah terlukis sangat indah, namun kunjungan wisatawan asing ke Indonesia kalah dibandingkan Negara tetangga Malaysia, yang notabene jauh lebih kecil dan miskin potensi alamnya dibandingkan kita, keadaan demikian karena pemerintah kita tidak mampu menggarap secara professional semua potensi wisata yang ada disekitar kita, salah satunya yang menjadi contoh real adalah Air Terjun Lematang Indah (di Pagaralam, Sumatera Selatan).

Gambar 20.  Pohon pokat di rumah nenek.

Gambar 21.  Pohon pokat berbuah lebat dan besar-besar ini adalah hasil tanaman nenek besak yang telah almarhum, semoga amal jariah mengalir terus bagi beliau lewat buah pokat yang terus tumbuh subur. Amin.

Gambar 22.  Foto nenek moyangku di kampung. Mereka adalah keluarga persirah di Desa Jati Lama, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Gambar 23.  Foto nenek buyut kami.

Semoga kelak pemerintah setempat, khususnya Kementerian Pariwisata bisa lebih peduli dengan keadaan sarana dan prasarana pendukung di tempat-tempat wisata yang ada di seluruh Indonesia.  Karena bagi wisatawan saran-prasarana pendukung seperti akses yang mudah dan aman (jembatan penghubung dan akses jalan), tempat peristirahatan (hotel atau losmen), tempat makan-minum (foods corner), tempat duduk yang nyaman dan lainya untuk menikmati tempat wisata tersebut adalah faktor penting yang menjadi pertimbangan mereka untuk berkunjung ke suatu spot tempat wisata.

Buah Tangan Khas Kampungku

Gambar 24.  Pokat-pokat besar seperti ini hanya tubuh di tanah Basemah yang subur.

Gambar 25.  Pokat adalah salah satu buah tangan khas dari kampung kami.

            Selain menimati potensi wisata yang ada di kota Lahat dan Pagaralam, bila kalian berkunjung ke kampungku maka yang tidak boleh dilewati adalah membeli buah tangan berupa kopi dan pokat, kedua buah tangan tersebut merupakan salah satu oleh khas yang paling terkenal dari daerahku.  Tanah Basemah yang subur banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk bersawah dan menanam kopi.  Terbukti beras dan kopi dari kampungku (Lahat) sangat nikmat, beras Lahat terkenal sangat pulen dan nikmat, begitu juga kopinya, bagi penikmat kopi maka kopi dari daerah Lahat salah satu rekomendasi yang harus dicoba, karena memang kopi Lahat sangat khas dan sedap.

Gambar 26.  Buah pokat yang tumbuh subur di panen oleh Bapakku.

Gambar 27.  Betapa besarnya buah pokat di kampung kami.

Gambar 28.  Lihatlah buah pokat ini, ukurannya sangat besar dan jumbo.

Gambar 29.  Pohon pokat di rumah nenek.

Gambar 30.  Pohon pokat ini berbuah subur dan lebat.

            Untuk buah-buahan maka buah yang menjadi komoditi utamanya adalah Pokat.  Khusus pokat dirumah nenek ada pohon pokat yang bibitnya ditanama sendiri oleh nenek besak sewaktu beliau hidup di tahun 2004.  Bibit pokat yang ditanam oleh nenek besak adalah bibit pokat dari kerabatnya di Pagaralam.  Pokat dari Pagaralam tersebut bentuknya sangat mengiyurkan, di mana buahnya besar-besar dan isinya nikmat, orang sini menyebutnya “pokat mentega”.  Karena bentuk dan isinya yang nikmat itulah, membuat nenek besak berniat untuk membudidayakannya sendiri dirumah, agar bisa dinikmati setiap saat bila telah tubuh besar nanti.  Beberapa kali nenek besak mencoba menanamnya tapi pokat tersebut tidak juga tumbuh, akhirnya dipercobaan ke tiga pokat tersebut tubuh hingga sekarang.

Gambar 31.  Tugu di tengah-tengah Kota Lahat.

Gambar 32.  Pasar Lematang adalah salah satu pasar tradisional paling besar dan tertua di Kota Lahat.

Gambar 33.  Jembatan Lematang yang mengalir di atas Sungai Lematang, di Kota Lahat.

Gambar 34.  Betapa indahnya lampu hias yang melilit Jembatan Lematang Kota Lahat, menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong yang datang ke Kota Lahat.

            Pokat yang ditanam nenek besak tersebut akhirnya tubuh subur dan besar, pohonnya tinggi dan buahnya lebat sekali.  Lalu di tahun 2007 dicoba ditanam lagi pokat yang sama di samping pokat yang telah tumbuh subur itu, ternyata pokat yang ke dua ini juga tumbuh subur disamping pokat pertama.  Dua pohon pokat tanaman nenek besak tersebut hingga sekarang masih tumbuh dengan sangat baik, setiap 3 bulan sekali pohon pokat yang ditanam nenek besak menghasilkan buah yang sangat banyak dan buahnya besar-besar serta sangat nikmat.  Hingga akhirnya nenek besak meninggal pohon pokat yang pernah beliau tanam masih menghasilkan buah yang berlimpah dan tidak terhitung telah berapa banyak orang yang menikmati buah pokat hasil tanaman nenek besak.  Buah-buah pokat tanaman nenek pokat tersebut hingga sekarang masih kami rawat dengan baik, karena bagi kami inilah amal jariah bagi nenek besak yang tidak pernah putus-putus walaupun beliau telah tiada.  Semakin banyak orang yang memakan buah tersebut insyaallah semakin bertambah pula amal untuk nenek besak yang telah tiada.  Dari komentar setiap orang yang pernah diberikan buah pokat tanaman nenek besak itupun tidak ada yang kecewah dengan pokat tersebut, bahkan hampir semua orang yang diberikan pokat dari tanaman nenek besak terheran-heran dan takjub, karena pokat tersebut ukurannya sangat besar/jumbo (3 kali lebih besar dari pokat yang ada dipasaran) dan rasanya sangat luar biasa nikmat (pokat mentega orang bilang).

Gambar 35.  Gereja Santa Maria Lahat, adalah salah satu bangunan jadul yang ada di Kota Lahat.

Gambar 36.  Jalanan Kota Lahat di malam hari, kalau siang kita dapat menyaksikan betapa teduhnya jalan ini karena dinaungi oleh pepohonan yang rindang dan besar-besar sisa dari zaman kolonial Belanda.

Gambar 37.  Makam nenek besak, Zainul Bin Muhammad Diyah, semoga amal ibadah nenek besak diterima oleh Allah SWT, dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT, dilapangkan kuburnya, dijauhi dari siksa kubur dan api neraka serta dibukakan pintu surga selebar-lebarnya oleh Allah SWT. Amin ya Robbal Alamin.

Gambar 38.  Nenek puan yang sekarang telah uzur, beliau tidak dapat melihat indahnya dunia lebih dari separuh hidupnya, bahkan beliau tidak pernah tau bagaimana wajah bapakku, aku, dan cucu-cucu serta cicit-cicitnya.  Aku berharap dan berdoa semoga Allah SWT memberikan beliau mata yang indah untuk melihat keindahan surga di akhirat kelak. Amin ya Robbal Alamin.

            Akupun berharap semoga pokat nenek besak terus bertahan hidup dan menghasilkan buah yang banyak dan besar serta nikmat, karena dari sinilah amal untuk nenek besak disebar dan tidak putus-putus (Insyaallah, Amin Ya Allah).  Untuk nenek puan aku berdoa, “Ya Allah, walaupun selama hidup di dunia nenek puan tidak pernah dapat melihat indahnya dunia, aku berharap dan memohon semoga diakhirat kelak Kau berikan ia mata yang dapat melihat keindahan surga yang jauh lebih indah. Amin Ya Robbal Alamin”.  Itulah kisah dari keindahan, pengalaman dan potensi wisata yang ada di kampungku (Lahat dan Pagaralam).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: