Ghozwul fikri (Perang Pemikiran)

Ghozwul fikri (Perang Pemikiran)

oleh Melisa Fitri Frez pada 06 Januari 2011 jam 11:44

Seorang wanita berjilbab rapi tampak sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya.

Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus.

Sang guru berkata, ” Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah ” Kapur”!, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “Penghapus”!. Murid-muridnya pun mengangguk tanda mengerti dan kemudian mengikuti. Sang guru berganti-gantian mengangkat tangan antara kiri dan kanan, semakin lama semakin cepat.

Beberapa saat kemudian, sang guru kembali berkata, ” Baik, sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah “Penghapus!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah, “Kapur!”. Dan dijalankanlah adegan seperti tadi, namun tentu saja murid-muridnya kerepotan dan kelabakan dan sangat sulit untuk merubahnya.

Tapi, lambat laun mereka bisa beradaptasi dan tidak lagi terasa sulit. Selang beberapa saat permainan terhenti. Sang guru tersenyum pada murid-muridnya.

” Anak-anak, begitulah kondisi kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, dan bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh-musuh kita memaksakan kepada kita lewat berbagai cara untuk membalik sesuatu, dari yang haq menjadi bathil dan sebaliknya.

Pertama-tama mungkin akan sulit bagi kita untuk menerima hal tersebut, tapi karena terus menerus disosialisasikan melalui pelbagai cara yang menarik, akhirnya lambat laun kalian akan terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak akan pernah berhenti membalik nilai.

“Pacaran tidak lagi dianggap sesuatu yang tabu, selingkuh dan zinah tidak lagi jadi persoalan, pakaian mini menjadi hal yang lumrah, sex before married menjadi suatu hiburan, materialis, hedonis dan permisif menjadi gaya hidup pilihan, dan sebagainya…”

— Yap, kita lihat dua fenomena sekarang. Ramai diberitakan seorang ustadz terkenal berpoligami dan di saat yang sama ramai pula diperbincangkan seorang anggota dewan yang terhormat terlibat kasus perzinahan dan perselingkuhan. Coba bertanyalah pada diri sendiri, mana yang mengundang reaksi lebih keras ? masyaAllah, tidak dapat disangkal bahwa seorang ustadz yang nyata-nyata menggunakan cara yang halal dan sah untuk berpoligami lebih hebat reaksinya. Bandingkan dengan kasus anggota DPR, hanya beberapa kelompok umat yang dengan dada teriris dan hati pilu menyaksikan kebobrokan mental tersebut. Bahkan sebagian lainnya menganggap, kasus itu sudah biasa dan lazom terjadi dalam dunia politik. Astaghfirullah. Sungguh sangat memprihatinkan menyaksikan dua fakta yang terjadi di masyarakat sekarang ini. Hukum Allah dihujat sementara jalan-jalan setan semakin mendapat tempat dan bebas melenggang…belum lagi hampir setiap hari masyarakat di nina bobokan dengan sajian informasi infotainment yang sarat dengan ghibah dan sinetron yang penuh dengan budaya permisif, hedonis dan materialis. Jika demikian akan dikemanakan generasi muda kita ? —

Kemudian sang guru berkata, ” Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa kita sadari, kalian semua sedikit demi sedikit menerimanya. “

” Baik, sekarang permainan kedua…” ia melanjutkan. Bu Guru punya Qur’an, Ibu letakkan di tengah karpet. Nah, sekarang kalian berdiri diluar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada di tengah tanpa menginjak karpet ? ” Wah, cukup sulit nih, pikir para murid. Mereka berpikir keras. Ada yang punya alternatif jawaban dengan menggunakan tongkat, dll.

Akhirnya sang guru memberikan jalan keluar, ia gulung karpetnya dan ia ambil Qur’annya. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet. Kemudian ia menjelaskan,

” Anak-anak, begitulah kondisi umat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak kalian dengan terang-terangan, karena tentu kalian akan menolaknya dengan mentah-mentah. Seorang preman pun tidak akan rela jika Islam dihina di hadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan ke pinggir, sehingga kalian tidak sadar.”

” Jika seseorang ingin membangun rumah yang kuat, maka dibangunnyalah pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau membongkar pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, lemari disingkirkan dulu, satu per satu dipindahkan, baru kemudian rumah dihancurkan…”

Yap, begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam dengan terang-terangan, tapi secara perlahan-lahan mencopot kalian. Mulai dari perangai kalian, cara hidup, tingkah laku, model pakaian, dsb, sehingga meskipun kalian muslim tapi kalian telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka inginkan…

Itulah fenomena Ghozwul Fikri ( perang pemikiran ) yang terus berlangsung hingga saat ini. Inilah yang dijalankan musuh-musuh Islam…

– Subhanallah, jelas sekali tampak perang pemikiran itu berlangsung hingga detik ini. Bahkan pertarungan itupun sudah merambah hingga ke sendi-sendi mendasar kehidupan sosial institusi masyarakat kita. Dari mulai yang terkecil yakni keluarga hingga ke tatanan negara. —

Pengertian Ghozwul Fikri

Secara bahasa-Ghozwul Fikri terdiri dari dua kata : Ghaz dan al Fikr. Ghaz atau ghozwah berarti perang/serangan, serbuan atau invasi. Fikr berarti pemikiran. Serangan atau serbuan disini berbeda dengan serangan atau serbuan di Qital (Perang fisik).

Secara istilah-Penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat Islam guna merubah apa yang ada di dalamnya sehingga tidak lagi bisa mengeluarkan darinya hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan hal yang tidak Islami.

Tujuan Ghozwul fikri

Di antara tujuan ghozwul fikri adalah :

1.Menghambat kemajuan umat Islam agar tetap menjadi pengekor Barat.

2.Menjauhkan umat Islam dari Al-Quran dan As Sunnah dan ajaran-ajarannya. Dengan keraguan-keraguan dan penyesatan terhadap umat Islam, ghozwul fikri menyeret orang-orang awam ke jurang yang memisahkan mereka dari keislaman-nya.

3.Memurtadkan umat Islam bila mampu. Inilah yang digambarkan Al Quran dalam surat Al baqarah ayat 217 “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

Metode Ghozwul fikri

1.Tasykik (Pendangkalan/peraguan). Gerakan yang berupaya menciptakan keraguan dan pendangkalan kaum Muslimin terhadap Agamanya.Contohnya seperti berbagai macam pendapat nyeleneh tentang pluralisme,liberalisme yang ditebarkan para orientalis dan kaki tangan mereka lewat media cetak dan elektronik berhasil menyita perhatian kaum muslimin dan mengeruk sebagian besar potensinya, baik untuk melakukan kajian, bantahan dan pelurusan.

2.Tasywih (Pencemaran/Pelecehan). Upaya kaum kafir untuk menghilangkan kebanggaan kaum Muslimin terhadap Islam dengan menggambarkan Islam secara buruk.Contohnya adalah penggambaran Rasululah sebagai sosok teroris,banyak istri (suka kawin) dll.na’udzubillah

3.Tadhil (Penyesatan). Upaya orang kafir menyesatkan umat mulai dari cara yang halus sampai cara yg kasar.Cara yang halus misalkan pemberian bantuan beasiswa, pelayanan sosial, pelayanan kesehatan yang di dalamnya diselipkan misi-misi pemurtadan.Sedangkan cara yang kasar seperti pacarisasi,hamilisasi (memacari atau menghamili wanita Islam kemudian memurtadkan).

4.Taghrib (Pembaratan/westernisasi/Kafirinisasi). Gerakan yang sasarannya untuk mengeliminasi Islam. Mendorong kaum Muslimin agar mau menerima seluruh pemikiran dan perilaku orang kafir.Contohnya adalah budaya Valentine,Helloween,perayaan tahun baru dll.

Sarana-sarana Ghozwul fikri

Untuk mencapai tujuan-tujuannya, ghozwul fikri menggunakan berbagai macam sarana, antara lain :

1.Lembaga-lembaga pendidikan. Lewat sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, ghozwul fikri ditanamkan. Mulai dari menjauhkan ajaran agama dari kurikulum sekolah, membuat sistem pendidikan yang menghasilkan manusia yang tidak mengerti agama, pendidikan yang memfokuskan aspek kognitif dst.

2.Lembaga-lembaga sosial seperti pelayanan kesehatan, bantuan-bantuan yang didalamnya terdapat upaya untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya dan kalau mampu mereka memurtadkannya.

3.Media cetak dan elektronik yang selalu menampilkan acara-acara TV yang menebarkan kesyirikan, kehidupan sekuler, kebebasan seksual dan hal-hal yang merusak moral bangsa.

4.Pusat-pusat kebudayaan yang mengenalkan budaya barat yang permisif, pergaulan bebas, dsb.

Kelebihan Ghozwul fikri

Kelebihan Ghozwul fikri dibanding peperangan fisik antara lain:

1.Dana yang dibutuhkan tidak sebesar dana yang diperlukan untuk perang fisik.

2.Sasaran ghozwul fikri tidak terbatas,dapat menyentuh banyak aspek kehidupan.

3.Serangannnya dapat mengenai siapa saja, dimana saja dan kapan saja.

4.Tidak ada korban dari pihak penyerang.

5.Sasaran yang diserang tidak merasakan bahwa sesungguhnya dirinya dalam kondisi diserang.

6.Dampak yang dihasilkan sangat fatal dan berjangka panjang.

7.Penyerang dapat sekaligus mendapat keuntungan materi.

Cara menangkal Ghozwul fikri

1.Mendekatkan diri kepada Allah SWT (menjadi pribadi yang bertakwa).Dengan ketakwaan inilah Allah SWT akan menganugerahkan furqon kepada diri kita (lihat QS 8:29) sehingga kita dapat membedakan mana jalan yang benar dan salah.

2.Memperbanyak ilmu.Yang dimaksud disini adalah ilmu-ilmu agama,ilmu adalah cahaya yang dengannya sesuatu yang disamarkan oleh musuh-musuh Islam akan menjadi jelas dan terang benderang serta kebenaran yang sengaja ditutup-tutupi akan tampak.

3.Aktif dalam majelis-majelis dan lembaga-lembaga keIslaman (berjamaah).Dengan adanya majelis-majelis dan lembaga-lembaga ini diharapkan akan terjadi proses tawasaul bilhaq tawasaul bishshobr sehingga semua informasi negatif yang masuk akan dapat dinetralisir. (lihat QS 103:1-3 dan 4:83)

4.Berdakwah.Menyeru kepada sekalian umat Islam dan kaum muslimin agar mereka tetap berpegang dan menegakkan diin-Nya sekaligus meng-counter berbagai serangan pemikiran dari musuh-musuh Islam.

http://www.facebook.com/notes/melisa-fitri-frez/ghozwul-fikri-perang-pemikiran/493557786408?ref=notif&notif_t=note_tag

About these ads

2 Tanggapan

  1. seperti itulah kondisi saat ini. kita harus lebih waspada dalam menyikapi semua hal hal dimasukkan dalam kehidupan kita..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: