Bajak dan Traktor… ^^

waahh…. malam ini posting untuk pengetahuan…

BAJAK

Bajak adalah alat yang digunakan dalam pertanian awal untuk budidaya di tanah untuk persiapan penanaman bibit atau tanaman. Ia telah menjadi instrumen dasar bagi sebagian besar dari rekaman sejarah, dan merupakan salah satu kemajuan besar di sektor pertanian. Tujuan utama dari ploughing adalah untuk mematikan melalui lapisan atas tanah, sehingga gizi segar ke permukaan, sedangkan makam gulma dan sisa-sisa tanaman sebelumnya, yang memungkinkan mereka untuk mengalah. Ia juga aerates tanah, dan memungkinkan untuk terus uap air yang lebih baik. Modern ini, penggunaan bajak biasanya di lahan kering, dan kemudian digaru sebelum tanam.

Bajak yang awalnya dikerjakan oleh sapi jantan, dan kemudian di banyak daerah oleh kuda. Dalam negara industri, pertama alat mekanik tarik yang digunakan membajak dengan uap-daya (ploughing mesin atau traktor uap) tetapi ini telah secara bertahap superseded oleh internal-combustion-powered traktor. Pada masa lalu dua dekade telah menggunakan bajak dikurangi di beberapa daerah (di mana tanah erosi dan kerusakan adalah masalah), demi  bajak dangkal dan kurang invasi tanah yg dikerjakan teknik.

Bajak bahkan digunakan di bawah laut, untuk peletakan kabel, serta mempersiapkan bumi untuk sisi-scan sonar dalam suatu proses yang digunakan dalam eksplorasi minyak.

Sejarah

Dalam bahasa Inggris, seperti dalam bahasa Jerman, yang secara tradisional telah dikenal menjajar oleh nama lain, misalnya Inggris Kuno sulh, Jerman Kuno medela atau huohili, dan Norse Lama arðr.

Kata Bajak yang sekarang juga berasal dari Jerman, tetapi muncul relatif terlambat (ia tidak hadir dari Gothic), dan pemikiran untuk menjadi salah satu dari loanword Bahasa italia utara. Dalam hal ini memiliki arti yang berbeda: di Raetic plaumorati (Pliny), dan Latin plaustrum “gerbong, keranjang”, plóstrum, plóstellum “keranjang”, dan plóxenum, plóximum “keranjang kotak”.

Istilah ini telah dipinjam ke dalam bahasa Balto-Slavia, seperti Slavia Gereja Lama plugъ dan Lithuania plúgas. Pada akhirnya, kata tersebut ke pemikiran yang berasal dari leluhur PIE * blōkó, terkait dengan Armenia pelem “untuk menggali” dan Welsh bwlch “kesenjangan, takuk”.

Sejarah dari membajak

‘A Champion pembajak tanah’, dari Australia, sekitar tahun 1900

Pembajakan dengan kerbau di Hubei, Cina

MENCANGKUL

Ketika Pertanian pertama kali dikembangkan, pengolahan tanah diadakan penggalian sticks atau hoes telah digunakan di daerah yang sangat subur, seperti tepian dari Nil di mana banjir tahunan rejuvenates tanah, untuk membuat furrows dimana bibit bisa tumbuh sendiri. Untuk secara teratur tumbuh tanaman di daerah kurang subur, tanah harus mencari untuk membawa nutrisi ke permukaan.

Scratch plough

Proses menjinakkan sapi jantan di Mesopotamia dan kontemporer dengan peradaban lembah Indus, mungkin seawal 6 SM, yang diberikan manusia dengan daya tarik yang diperlukan untuk melakukan proses membajak. Membajak awalnya yang sangat sederhana adalah scratch-plough, atau ARD, yang terdiri dari frame vertikal memegang tongkat kayu yang menyeret melalui tanah (masih digunakan di banyak negara di dunia). Memisahkan suatu potongan tanah yang dibajak langsung di sepanjang jalan, yang kemudian dapat ditanam. Karena ini bentuk strip menjajar melepaskan tanah yang tak terganggu antara baris, kolom sering di sudut kanan lintasan yang dibajak, dan ini cenderung mengarah ke bidang squarish Oleh Archeology dari utara Eropa, seperti squarish bidang yang disebut sebagai “Celtic fields”.

Crooked ploughs

Bangsa Yunani yang memperkenalkan ternyata berikutnya besar di muka desain bajak; yang bengkok menjajar yang sudut pemotongan permukaan maju. Permukaan pemotongan yang sering dibuat dengan perunggu atau (kemudian) besi. Logam yang mahal, sehingga dalam waktu perang telah dicairkan atau tertempa untuk membuat senjata. Hal ini agaknya asal istilah “beat your sword to ploughshares”.

Mouldboard menjajar

Membajak dengan sapi. Miniatur dari awal abad ke-keenambelas-naskah dari Inggris Tengah poem Allah Spede kamu bintang biduk, yang diselenggarakan di British Museum

rekonstruksi dari cetakan papan Bajak.

Bajak besi dari China dengan lengkung mouldboard, 1637.

Horse-drawn, two-furrow plough.

Bagian utama di muka desain bajak adalah mouldboard meluku (ejaan Amerika: moldboard bajak), yang dibantu pisau pemotong . Coulter, pisau atau skeith luka vertikal ke dalam tanah hanya bagian depan (atau frog) yang berbentuk baji permukaan ke depan dan bawah mouldboard dengan landside yang mendukung frame di bawah tanah-komponen. Bagian atas bagian bingkai membawakan (dari depan) dengan kopel untuk motif tenaga (kuda), yang Coulter dan landside bingkai. Tergantung pada ukuran pelaksanaan, dan jumlah furrows ini dirancang untuk menjajar sekaligus, ada roda atau roda diposisikan untuk mendukung frame. Dalam hal satu-kernyit menjajar hanya ada satu roda di depan dan menangani di belakang untuk ke pembajak tanah dan mengendalikan gerakan ini.

Ketika menyeret melalui bidang Coulter luka di bawah ke dalam tanah dan berbagi luka horizontal dari sebelumnya kernyit ke vertikal potong. Ini merilis sebuah potongan segiempat dari tanah yang kemudian diangkat oleh bagian dan dibawa oleh mouldboard ke atas dan ke atas, sehingga potongan tanah teratas (slice dari tanah) yang sedang memotong, mengangkat dan menggulung atas ketika bajak bergerak maju, menurun kembali ke tanah terbalik ke dalam parit dan kembali ke tanah dari bidang yang menurun sebelumnya. Setiap perbedaan di dalam tanah dimana tanah yang telah diangkat dan dipindahkan di seluruh (biasanya ke kanan) disebut parit. The sod that has been lifted from it rests at about a 45 degree angle in the next-door furrow and lies up the back of the sod from the previous run. Lapisan tanh teratas yang telah diangkat sekitar 45 derajat di sudut sebelah atas parit dan terletak di belakang lapisan tanah teratas dari sebelumnya dijalankan.

Dengan cara ini, sejumlah ploughing berjalan turun lapangan (lapangan rumput kecil untuk kuda) meninggalkan baris sods bahwa sebagian berbaring di parit – parit dan sebagian di atas tanah diangkat sebelumnya. Secara visual, di seluruh baris, ada tanah (bagian yang tak dibajak) di sebelah kiri, sebuah alur (setengah lebar dari memindahkan potongan tanah) yang dipindahkan dan dibalik di sekitar setengah dari sebelumnya lapisan dari tanah terbalik , dan seterusnya di seluruh bidang. Masing-Masing lapisan lahan dan selokan datang dari bentuk parit yang klasik.

Bajak mouldboard yang sangat mengurangi jumlah waktu yang diperlukan untuk mempersiapkan sebuah lapangan, dan sebagai akibatnya, petani diizinkan untuk bekerja yang lebih besar bidang tanah. Selain itu, yang dihasilkan dari pola rendah (di bawah mouldboard) dan gundukan tinggi (di sebelahnya) dalam membentuk saluran air, sehingga tanah untuk drainase.

Bagian bajak mouldboard menjajar:

Ada 5 bagian utama bajak mouldboard.

  1. Mouldboard
  2. Share
  3. Landside
  4. Frog
  5. Tailpiece

runner perpanjangan dari belakang ke bagian belakang dari bajak kontrol searah dengan bajak, karena dilaksanakan terhadap bagian bawah tanah sisi sudut parit yang baru dibentuk. Kekuatan yang memegang adalah berat dari tanah teratas, seperti yang diangkat dan diputar, pada permukaan lengkung mouldboard. Karena itu runner, yang bajak mouldboard lebih sulit untuk memperbaiki daripada bajak scratch, dan pengenalannya menyempurnakan suatu perubahan dalam bentuk fields-from bidang penyiku kebanyakan ke dalam segi-empat lebih panjang ” potongan” ( karenanya pengenalannya dari  201 meter).

Muka yang di desain dasar adalah mata bajak, yang tergantikan pemotong horisontal permukaan yang terpasang pada ujung mouldboard. Diperkenalkan oleh Celt di Inggris sekitar 4000 SM, pada dasarnya baji yang duduk di dalam yang memotong yang dibentuk oleh bajak, membalikkan tanah ke samping. Mata bajak yang menyebarkan potong horizontal di bawah permukaan, sehingga ketika diangkat mouldboard itu, sehingga bidang tanah telah menjadi lebih luas.

Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari pengolahan tanah adalah sebagai berikut (Kepner, et al, 1972) :

  1. Menciptakan struktur tanah yang dibutuhkan untuk persemaian atau tempat tumbuh benih. Tanah yang padat diolah sampai menjadi gembur sehingga mempercepat infiltrasi a-h, berkemampuan baik menahan curah hujan memperbaiki aerasi dan memudahkan perkembangan akar.
  2. Peningkatan kecepatan infiltrasi akan menurunkan run off dan mengurangi bahaya erosi.
  3. Menghambat atau mematikan tumbuhan pengganggu.
    1. Membenamkan tumbuhan-tumbuhan atau sampah-sampah yang ada diatas tanah kedalam tanah, sehingga menambah kesuburan tanah.
    2. Membunuh serangga, larva, atau telur-telur serangga melalui perubahan tempat tinggal dan terik matahari.

Pengolahan tanah tidak hanya merupakan kegiatan lapang untuk memproduksi hasil tanaman, tetapi juga berkaitan dengan kegiatan lainnya seperti penyebaran benih (penanaman bibit), pemupukan, perlindungan tanaman dan panen. Keterkaitan ini sangat erat sehingga tujuan yang ingin dicapai dalam pengolahan tanah tidak terlepas dari keberhasilan dalam kegiatan lainnya. Pengolahan tanah mempengaruhi penyebaran dan penanaman benih. Pengolahan tanah dapat juga dilakukan bersamaan dengan pemupukan serta dianggap pula sebagai suatu metoda pengendalian gulma.

Berkaitan   dengan   sejarah   pengolahan   tanah   maka   perkembangan dalam tujuan  serta  metoda  pengolahan tanahnya  diikuti  pula dengan perkembangan   dalam   disain peralatan baik dari segi bahan maupun bentuk alat. Banyak bukti  menunjukkan  bahwa  bajak ringan  terbuat dari kayu telah digunakan secara besar-besaran di daerah Euphrates dan Nile Rivers sekitar tahun  3000  B.C. bahkan  digunakan sebagai tenaga   penggerak/penarik peralatan pertanian, menyiapkan tanah untuk penanaman Barley,    Wheat dan lain-lain tanaman yang populer pada jaman itu.  Bajak yang digunakan   pada   waktu itu tidak beroda  atau  bajak singkal  yang digunakan  untuk  membalik   tanah  dan  membuat   furrow. Paling tidak peralatan tersebut dapat berfungsi  memecahkan tanah dan   untuk menutup benih. Contoh bajak yang  terbuat dari kayu dari Mesir diperlihatkan pada Gambar 1.
Gambar 1. Bajak kayu kuno di Thebes, Mesir pada 300 B.C.

Lebih dari 2000 tahun yang lalu ditemukan bajak terbuat dari besi yang diproduksi di Honan utara China. Pada awalnya alat ini berupa alat kecil yang ditarik dengan tangan dengan plat besi berbentuk V yang dihubungkan atau digandengkan dengan pisau kayu dan pegangan. Selama abad pertama B.C., kerbau digunakan untuk menarik peralatan pengolahan tanah. Selanjutnya secara berturut-turut dikembangkan alat yang disebut triple-shared plow, plow-and-sow dan garu.

Bajak telah digunakan juga di India selama beribu-ribu tahun. Peralatan kuno tidak beroda dan moldboard terbuat dari kayu keras (wedge-shaped hardwood blocks) yang ditarik oleh sapi (bullock). Dengan alat ini tanah hanya dipecahkan kedalam bentuk clods tetapi tidak dibalik; dan pengolahan pertama ini kemudian diikuti dengan penghancuran “clod” dan perataan tanah dengan alat barupa batang kayu berbentuk empat persegi panjang yang ditarik oleh sapi.
Pisau bajak besi muncul di Roma pada kira-kira 2000 tahun yang lalu sebagaimana pisau coulter. Pada waktu itu masih belum juga ditemukan bajak singkal yang berfungsi membalik tanah. Pada tanah yang berat dan keras, pisau bajak besi ini ditarik oleh sekelompok sapi jantan (oxen). Ada laporan yang menyatakan bahwa bajak yang dilengkapi dengan roda ditemukan di Itali utara pada sekitar tahun 100 A.D.

Suatu alat yang lebih lengkap, terdiri dari roda, coulter pemotong dan moldboard digunakan di Eropa pada tahun 1500 A.D. seperti tertera pada Gambar 2. Peralatan ini dapat digunakan untuk membalik tanah dan membuat furrow dan kasuran benih.
Gambar 2. Bajak beroda dua dengan coulter dan moldboard, ditemukan pada  abad ke-16 di Eropa

Pada kira-kira tahun 1830, John Deere terdorong untuk mengembangkan bajak baja dengan pisau dan moldboard untuk mengatasi masalah pengolahan tanah-tanah organik di Amerika. Peralatan yang ditarik oleh hewan mulai menyusut jumlahnya sejak ditemukannya traktor bertenaga uap pada sekitar tahun 1860.

MACAM – MACAM BAJAK

Pengolahan tanah merupakan suatu usaha manusia untuk mengubah sifat-sifat tanah sesuai dengan kebutuhan yang dikehendaki manusia. Pembukaan tanah (land clearing) ataupun penyiapan tanah/pengolahan tanah diawali dengan mengubah tanah asli menjadi tanah-tanah yang siap tanam. Secara umum pengolahan tanah dalam usaha pertanian bertujuan untuk :

1.  Menciptakan kondisi fisik, khemis dan biologis tanah menjadi lebih baik
2.  Membunuh gulma dan tanaman yang tidak diinginkan
3.  Menempatkan sisa-sisa tanaman (seresah) pada tempat yang sesuai agar dekomposisi          berjalan dengan baik.
4.  Menurunkan laju erosi
5.  Meratakan tanah untuk memudahkan pekerjaan di lapangan
6. Menyatukan pupuk dengan tanah
7.  Mempersiapkan tanah untuk mempermudah pengaturan irigasi

Awal-mulanya pengolahan tanah dilakukan dengan tenaga manusia (dengan mencangkul) dan tenaga hewan. Namun seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi maka diciptakanlah berbagai macam alat dan mesin pertanian yang berfungsi untuk membantu kegiatan pengolahan tanah, sehingga akan memperoleh hasil maksimal. Kegiatan pengolahan tanah dibedakan atas 2 macam, yaitu pengolahan tanah pertama (primary tillage) dan pengolahan tanah kedua (secondary tillage). Peralatan pengolahan tanah yang digunakan dikenal dengan nama plow/bajak (primary tillage) dan harrow/garu (alat perata tanah) untuk secondary tillage. Kedua alat pengolahan tanah ini dipasang di belakang traktor kemudian ditarik ketika akan dioperasikan.

Bajak /plow (peralatan pengolahan tanah pertama)
Bajak berdasarkan bentuk dan kegunaannya dibedakan atas : bajak singkal (moldboard plow), bajak piringan (disc plow), bajak putar (rotary plow), bajak pahat (chisel plow), bajak tanah bawah (sub soil plow).

a.Bajak singkal (moldboard plow)
Bajak singkal termasuk bajak yang paling tua. Di Indonesia bajak singkal inilah yang paling sering digunakan oleh petani untuk melakukan pengolahan tanah, dengan tenaga ternak hela sapi atau kerbau sebagai sumber daya penariknya.

Secara umum bajak singkal dibedakan atas 2 jenis, yaitu bajak singkal satu arah (one-way moldboard plow) dan bajak singkal dua arah (two-way moldboard plow). Bajak singkal satu arah adalah jenis bajak singkal dimana pada waktu pengolahan tanah akan melempar dan membalik tanah hanya pada satu arah saja. Sedangkan bajak singkal 2 arah pada waktu mengolah tanah arah pelemparan atau pembalikan tanah dapat diatur 2 arah, yaitu ke kanan dan ke kiri. Bagian-bagian utama dari bajak singkal yang aktif mengolah tanah adalah pisau bajak (share), singkal (moldboard) dan penstabil bajak (landside).
Bajak singkal
(Moldboard plow)

Fungsi dari pisau bajak adalah untuk memotong tanah secara horisontal. Biasanya alat ini terbuat dari logam yang berbentuk tajam. Singkal berfungsi untuk menghancurkan dan membalik tanah, karena bentuknya yang melengkung maka pada waktu bajak bergerak maju, tanah yang terpotong akan terangkat ke atas dan kemudian dibalik dan dilemparkan sesuai dengan arah pembalikan bajak. Landside berfungsi untuk mempertahankan gerak maju bajak agar tetap lurus, dengan cara menahan atau mengimbangi gaya kesamping yang diterima bajak singkal pada waktu bajak tersebut digunakan untuk memotong dan membalik tanah.

Untuk meyempurnakan hasil kerjanya, selain bagian-bagian utama di atas, bajak singkal juga dilengkapi dengan perlengkapan tambahan, yaitu roda alur penstabil (furrow wheel), roda dukung (land wheel), kolter, jointer dan kerangka.

Furrow wheel berfungsi untuk menjaga kestabilan pembajakan. Land wheel berfungsi untuk mengatur kedalaman sehingga kedalamannya konstan. Kolter berfungsi untuk memotong seresah dan memotong tanah ke arah vertikal sehingga pembalikan tanah menjadi lebih ringan dan biasanya dipasang di depan bajak serta berada sedikit di atas mata bajak. Jointer berfungsi untuk memungkinkan penutupan seresah lebih sempurna dalam pembajakan, terpasang di atas pisau bajak dengan kedalaman kerja + 5 cm. Pada kerangka terdapat titik penggandengan yang nantinya akan dirangkaikan dengan sumber daya penariknya.

Penggunaan bajak singkal ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain : pembalikan tanah lebih seragam pada tiap petak tanah yang diolah, lebih praktis untuk pengolahan tanah sistem kontur, tidak menimbulkan alur mati (dead furrow) atau alur punggung (back furrow) sehingga pembajakan lebih rata. Bajak singkal dapat dipergunakan untuk mengait dan mencacah gulma, serta pembajakan di bawah vegetasi hijau yang tinggi. Bajak ini bekerja dengan ditarik oleh penggandeng misalnya traktor. Namun bajak jenis ini konstruksinya biasanya lebih berat dan lebih rumit, sehingga untuk ukuran yang besar perlu dilengkapi sistem hidrolis untuk pemutaran mata bajaknya, dengan tenaga operator yang lebih terampil.

b.Bajak piringan (disc plow)
Bajak piringan fungsinya sama dengan bajak singkal, yaitu untuk pengolahan tanah pertama tetapi singkalnya diganti dengan piringan. Piringan bulat seperti parabola dan berfungsi untuk memotong dan membalik tanah.

c.Bajak putar (rotary plow)
Pengolahan tanah dengan bajak akan menghasilkan bongkahan-bongkahan yang besar, sehingga biasanya masih diperlukan tambahan pengerjaan untuk memperoleh keadaan tanah yang lebih halus lagi.

Dengan menggunakan bajak putar pengerjaannya hanya dilakukan sekali tempuh. Bajak putar ini dapat digunakan pada tanah yang kering maupun tanah sawah, kadang-kadang juga digunakan untuk mengerjakan tanah kedua dan juga dapat digunakan untuk melakukan penyiangan atau pendangiran. Penggunaan bajak rotari untuk pengolahan tanah dapat memberikan hasil yang lebih baik (baik untuk tanah kering maupun tanah basah).
Bajak putar (rotary plow)

Untuk mengatasi lengketnya tanah pada pisau maka dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah pisau dan mempercepat putaran pada rotor dan memperlambat gerakan maju. Makin cepat perputaran rotor akan lebih banyak daya yang digunakan, namun akan diperoleh hasil penggemburan yang lebih halus.

Rotari memiliki bagian-bagian yang sangat penting, yaitu : pisau, poros putar, rotor, penutup belakang (rear shield) dan roda dukung (land wheel). Pisau berfungsi untuk mencacah tanah pada waktu pengolahan tanah dengan bajak putar, pisau-pisau potong biasanya dipasang pada poros yang digerakkan horisontal yang bekerja dengan 300 putaran per menit. Rotor berfungsi sebagai tempat pemasangan pisau-pisau dari bajak putar. Rear shield berfungsi untuk membantu penghancuran tanah, adanya penutup belakang ini memungkinkan tanah lebih hancur karena tanah yang terlempar dari pisau terbentur pada penutup. Land wheel berfungsi untuk mengatur kedalaman pengolahan tanah.

Prinsip kerja dari rotary ini adalah : pisau-pisau dipasang pada rotor secara melingkar sehingga beban terhadap mesin merata dan dapat memotong tanah secara bertahap. Sewaktu rotor berputar dan alat bergerak maju maka pisau akan memotong tanah. Luas tanah yang terpotong dalam sekali pemotongan tergantung pada kedalaman dan kecepatan bergerak maju. Gerakan putaran rotor-rotor (pisau-pisau) diakibatkan daya dari rotor yang diteruskan melalui sistem penerusan daya khusus sampai ke rotor tersebut.

d.Bajak pahat (chisel plow)
Dalam pengolahan tanah, bajak pahat berfungsi untuk merobek dan menembus tanah dengan menggunakan alat yang menyerupai pahat atau ujung sekop sempit yang disebut mata pahat atau chisel point. Mata pahat ini terletak pada ujung tangkai atau batang yang disebut bar.

Adapun fungsi dari baja pahat adalah untuk memecahkan tanah yang keras dan kering, dan ini biasanya dilakukan sebelum pembajakan untuk tanah tertentu, digunakan untuk pengerjaan pada tanah bawah, dipergunakan pada tanah yang berjerami dan untuk menutup sisa-sisa perakaran yang berada dalam tanah dan juga berfungsi untuk memperbaiki infiltrasi air pada tanah sehingga dapat mengurangi erosi.

Pada dasarnya bajak pahat ini dipakai untuk pembajakan dangkal maupun pembajakan dalam sampai kedalaman 45 cm atau lebih tergantung pada keperluan dan jenis mata pahatnya. Jenis dan lebar alat bervariasi tergantung dari keperluan dan sumber daya penariknya.

e.Bajak tanah bawah (sub soil plow).
Bajak tanah bawah berfungsi untuk merobek dan menembus lapisan tanah sub soil dengan menggunakan alat yang menyerupai pahat namun ukuran dan kedalamannya lebih besar.

GARU / PERATA (HARROW)
Garu berdasarkan bentuk dan kegunaannya dibedakan atas : garu piringan (disc harrow), garu bergigi paku (spikes tooth harrow), garu bergigi per (springs tooth harrow) dan garu-garu untuk pekerjaan khusus (spesial harrow).
a.Garu piringan (disc harrow)
Pada prinsipnya peralatan pengolah tanah ini hampir menyerupai bajak piringan, khususnya bajak piringan vertikal. Perbedaannya hanya terletak pada ukuran, kecekungan dan jumlah piringannya.

Garu piringan mempunyai ukuran dan kecekungan piringan yang lebih kecil dibandingkan dengan bajak, hal ini disebabkan pada pengolahan tanah kedua dilakukan lebih dangkal dan tidak diperlukan pembalikan tanah yang efektif seperti pengolahan tanah pertama.

Bagian-bagian utama dari garu piringan adalah piringan, poros piringan, penggarak piringan dan kerangka. Piringan berfungsi untuk memotong, mengangkat dan menghancurkan serta membalik tanah. Poros piringan berfungsi sebagai tempat bertumpu dan berputarnya piringan. Penggarak piringan berfungsi untuk menjaga piringan tetap bersih. Kerangka atau batang rangkaian berfungsi untuk merangkai piringan-piringan. Bila sistem penggandengan dengan daya penariknya sistem hela trailing maka garu piringan akan dilengkapi dengan roda dukung. Konstruksi garu piringan biasanya terdisi atas dua rangkaian piringan atau empat rangkaian piringan. Ditinjau dari proses penghancuran tanah, langkah penggaruan dibedakan atas penggaruan satu aksi (single action) dan penggaruan dua aksi (double action).

b.Garu bergigi paku (spikes tooth harrow)
Sering juga disebut sebagai garu sisir. Garu sisir ini ditarik hewan, umumnya giginya terbuat dari kayu dan biasanya digunakan untuk mengolah tanah sawah yang dalam keadaan basah sebagai pekerjaan lanjutan dari pengolahan tanah pertama dengan bajak singkal. Garu bergigi paku yang ditarik dengan tenaga traktor gigi-giginya terbuat dari logam yang dipasang pada batang penempatan dengan disusun secara berselang-seling antar batang penempatan yang satu dengan lainnya.

Bagian-bagian utamanya terdiri atas : gigi paku, batang penempatan dan kerangka penguat. Gigi-gigi paku berfungsi untuk meratakan dan menghaluskan tanah, paku terpasang pada suatu batang dan garu terpasang pada beam. Garu bergigi paku ini digunakan untuk meratakan dan menghaluskan tanah sesudah pengolahan tanah pertama (pembajakan), alat ini lebih cocok digunakan untuk tanah yang mudah hancur. Alat ini cukup efektif untuk memberantas tanaman pengganggu khususnya yang masih kecil-kecil atau yang baru tumbuh.

TRAKTOR

Traktor pertania saat ini menjadi komponen yang tak terpisahkan dari pembangunan pertanian dan pedesaan. Kita sakasikan perkembangan yang pesat penggunaan traktor tangan di pedesaan. Kita saksikan bahwa jarang penduduk yang telah merasakan manfaat penggunaan traktor untuk melakukan pekerjaan pengolahan tanah secara cepat kemudian beralih memilih menggunakan hewan atau tenaga otot untuk pekerjaan yang sama. Hal tersebut karena mereka dapat memperbandingkan bahwa ternyata melakukan pengolahan tanah dengan traktor lebih menguntungkan dibanding cara lain.

Dari asal katanya, traktor berarti alat peghela. Memang fungsi utama traktor ialah untuk menghela sesuatu. Itulah sebabnya semua traktor tentu pada bagian belakangnya dilengkapi dengan sambungan untuk tempat menggandeng alat yang akan dihela tersebut. Pengertian traktor ialah kendaraan bermesin yang khusus dirancang untuk menjadi penghela. Dari sejarahnya, traktor memang dirancang awalnya untuk mengganti hewan hela dengan mesin yang lebih kuat.

Pada saat ini traktor digunakan untuk berbagai keperluan. Penggunaan yang paling banyak ialah untuk pengolahan tanah, karena memang pekerjaan pengolahan tanah adalah pekerjaan pertanian yang relatif membutuhkan daya yang besar dibanding pekerjaan lainnya. Selain itu traktor juga digunakan untuk penanaman, untuk pemeliharan tanaman, untuk memutar pompa irigasi, untuk pemanen (dengan memasang pisau reaper), untuk memutar perontok padi, serta untuk pengangkutan, mulai dari bibit, pupuk, peralatan, sampai hasil pertanian.

2. Macam-macam Traktor

Traktor dapat digolongkan menurut jumlah rodanya, bentuk rodanya, menurut ukurannya, atau menurut rancangan penggunaannya. Menurut jumlah rodanya, traktor dapat dibagi menjadi: traktor roda dua, traktor roda tiga dan traktor roda empat. Sedangkan menurut bentuk rodanya, dapat dibedakan antara traktor beroda berban karet, traktor dengan roda besi (roda sarang), serta traktor krepyak. Menurut cara penggunaanya, traktor dapat digolongkan menjadi traktor kendara dan traktor tangan.

3. Traktor Kendara

Traktor roda empat dan traktor krepyak disebut juga traktor kendara, karena pengemudi traktor ini naik di ruang kemudi dan mengemudikannya menggunakan roda kemudi seperti layaknya sopir mobil. Traktor roda empat terbagi lagi menjadi beberapa macam. Menurut rancangan penggunaan pada traktor kendara, dapat dibedakan adanya traktor standar, traktor kebun, traktor industri, dan traktor kolong tinggi. Menurut ukurannya, traktor kendara dapat digolongkan menjadi: traktor mini, traktor besar dan traktor raksasa.

Traktor standar

Traktor standar ialah traktor yang biasa digunakan di lahan pertanian. Ciri utama ialah ukuran jarak roda yang standar, ialah sekitar 110 cm dan kolong yang cukup tinggi ialah sekitar 60 cm. Roda tersebut dapat digeser sedikit pada porosnya sehingga jarak roda dapat diatur. Traktor ini biasa digunakan untuk pengolahan tanah, penenaman, serta pekerjaan pemeliharaan tanaman. Jarak roda yang standar tersebut dimaksudkan agar traktor dapat dijalankan di sela-sela larikan tanaman yang jaraknya memang telah disesuaikan dengan jarak roda traktor. Sedangkan kolong yang relatip tinggi dimaksudkan agar ketika traktor melintas di atas larikan tanaman tidak merusak tanaman tersebut. Pada penggolongan menurut ukurannya, traktor standar digolongkan sebagai traktor besar.

Traktor kebun

Traktor kebun berukuran lebih kecil dari traktor standar, serta berkolong rendah. Traktor tersebut dirancang untuk digunakan pada petak-petak yang kecil, serta tidak dirancang untuk dijalankan di atas larikan tanaman. Pekerjaan yang bisa dilakukan dengan traktor kebun ialah pengolahan tanah, pemotongan rumput, pengangkutan menggunakan trailer, dan sebagainya. Pada pembagian menurut ukuran, traktor kebun digolongkan sebagai traktor mini.

Traktor industri

Traktor industri ialah traktor yang dirancang untuk keperluan industri, sehingga rancangannya tidak perlu memperhatikan keperluan penggunaan di lahan pertanian. Rancangan ukurannya sangat tergantung keperluan pekerjaannya. Dengan demikian tidak diperlukan adanya kolong tinggi ataupun jarak roda yang standar. Meskipun demikian tidak tertutup kemungkinan penggunaan traktor industri untuk pekerjaan pertanian. Pekerjaan semisal pengangkutan dengan trailer tidak memerlukan standar jarak roda atau tinggi kolong sehingga dapat menggunakan traktor non standar (traktor industri atau traktor kebun).

Traktor kolong tinggi

Traktor kolong tinggi dirancang untuk pekerjaan pada tanaman-tanaman yang memerlukan kolong tinggi misalnya tebu. Traktor ini dapat dibuat berkolong dengan ketinggian lebih dari 1 meter.

4. Traktor Tangan

Macam-macam traktor tangan; Penyebaran penggunaan traktor tangan; Ciri-ciri traktor tangan

Traktor roda dua biasa dikenal dengan nama traktor tangan. Traktor ini tidak bisa dikendarai sehingga pengemudi harus berjalan di belakangnya. Alat kemudi berupa setang yang dipegang dengan tangan kanan dan kiri. Hal inilah barangkali yang menyebabkan traktor tersebut dinamakan traktor tangan.

Traktor tangan agaknya adalah mesin penghela yang paling sesuai untuk kebanyak pedesaan di Jawa. Hal tersebut bisa diperkirakan dengan melihat perkembangan penggunaannya yang pesat di berbagai pedesaan. Kelebihan traktor tangan dibanding traktor roda empat antara lain:

  1. Harganya lebih murah, dikarenakan komponen yang lebih sedikit.
  2. Kontruksinya lebih sederhana, sehingga perawatan lebih mudah, biaya pemeliharaan lebih murah dibanding traktor roda empat.
  3. Bisa dirakit sendiri di pedesaan, di bengkel yang tersedia di lokal setempat.
  4. Kemampuan untuk digunakan pada petak yang kecil serta petak yang berada di tengah sawah milik orang lain. Traktor roda empat tidak mungkin digunakan pada situasi tersebut, karena traktor roda empat membutuhkan adanya jalan ke tiap petak yang akan dikerjai. Sedangkan traktor roda dua dapat melintas melalui sawah tetangga, asal sawah tersebut belum ditanami.
  5. Penggunaannya lebih mudah, tidak memerlukan ketrampilan yang tinggi.

Traktor tangan biasa digunakan untuk pekerjaan pengolahan tanah, kebanyakan dengan dipasangi rotary tiller. Selain itu juga dipakai menggunakan bajak dan garu. Dengan sedikit modifikasi, traktor tangan dapat dibuat menjadi alat penanam atau pemanen. Traktor tangan dapat digunakan dengan roda berban karet ataupun roda besi.

5. Perkembangan traktor di berbagai negara;

Di sini akan diberikan dua contoh rancangan traktor yang mungkin dapat digunakan di persawahan di Indonesia. Pertama ialah traktor perahu yang dikembangkan di Cina. Traktor tersebut merupakan rakitan setempat bentuk dasarnya mirip traktor tangan, namun bagian bawah diberi bentuk seperti perahu. Semua bagian traktor kecuali roda dan alat pengolah tanahnya berada di bagian dalam perahu. Sedang roda dan alat pengolah terletak di bawah lunas “perahu” tersebut. Pengemudi duduk di dalam perahu tersebut. Cara membelokkan adalah seperti pada traktor tangan, ialah dengan menghentikan salah satu roda. Traktor tersebut cocok untuk sawah yang lumpurnya terlalu dalam serta untuk tanah rawa (Jawa: “mbel”).

Contoh kedua ialah traktor kura-kura yang dikembangkan di Pilipina. Traktor tersebut, bentuk dasarnya ialah traktor tangan. Perubahannya ialah dengan menghilangkan roda dan menggantinya dengan bajak putar (rotari tiller). Dengan demikian bajak tersebut berfungsi mengolah tanah sekaligus menggerakkan traktor ke arah depan. Traktor ini cocok untuk tanah dengan lumpur lembut yang sulit menyebabkan untuk traktor beroda besi biasa bergerak di atasnya.

Traktor Roda Empat

1. Jenis dan cara pemilihan traktor roda empat

Kebanyakan traktor roda empat  yang dipergunakan di Asia Tenggara memiliki tenaga 12hp hingga 80hp, sebagian berpenggerak dua-roda (two-wheel drive), dan beberapa berpenggerak empat-roda (four-wheel drive).  Traktor roda empat banyak dipergunakan di lahan perkebunan, dan di beberapa negara sudah dipergunakan di lahan sawah.  (Lihat Gambar 1)

Enjin (engine) yang dipergunakan pada traktor roda empat kebanyakan enjin diesel multi silinder berpendingin air, mayoritas adalah enjin 4-tak. Traktor roda empat dilengkapi dengan pto (power take off), dan dilengkapi juga dengan sistem tiga titik gandeng (three point hitch/linkage system)

Dalam memilih jenis dan ukuran traktor, hal-hal berikut harus benar-benar diperhatikan:

-     Pekerjaan apa yang ingin dilakukan, dan implemen apa yang akan dipergunakan

-     Jenis-jenis lahan yang harus dipertimbangkan antara lain: lahan kering (upland field), lahan sawah, hutan, padang rumput, semak-semak, dll.

-     Jam kerja pertahun

-    Luas lahan yang akan digarap, jarak antara petak lahan, frekuensi pindah dari satu petak ke petak lainnya, kondisi kerja dan pindah, kemiringan lahan, dll

Sebagai contoh, sebaiknya dipergunakan traktor yang besar bila lahannya luas  dengan ukuran petak lahan yang akan diolah besar, dan waktu kerja per tahun juga besar.  Namun demikian, akan lebih efektif menggunakan traktor lebih kecil bila ukuran petak lahannya kecil.  Traktor ukuran kecil juga lebih baik dipergunakan untuk lahan sawah yang ukuran petaknya lebih kecil.  Traktor berpengerak empa-roda lebih baik dipergunakan pada lahan-lahan dengan tingkat kemiringan tinggi, banyak galengan/tanggul.

Bila akan membajak lahan yang baru dibuka, dimana disana masih terdapat banyak batu  dan tunggul, maka traktor dengan peralatan draft-control akan lebih baik dipergunakan. Jika kita telah memiliki implemen yang cukup banyak jumlahnya, maka traktor yang harus dipilih adalah yang dapat digandengkan dengan implen-implemen itu.            Jika kita memerlukan lebih dari satu unit traktor, maka memiliki traktor dengan jenis yang sama atau berbeda, sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.  Bila jenisnya sama, maka akan lebih mudah memeliharan dan menyediakan suku cadang, tapi tidak dapat dipergunakan untuk pekerjaan yang sangat bervariasi

Gambar 1. Traktor 4 roda

2. Konstruksi dan Fungsi

2.1. Konstruksi dan keutamaan dari traktor roda empat

Traktor roda empat secara mendasar terdiri dari bagian-bagian utama sebagai berikut:

1. Enjin (engine)

2. Alat untuk penyaluran tenaga (power transmission device)

3. Alat untuk bergerak (running device)

4. Alat untuk kemudi (steering device)

5. Alat untuk bekerja (working device)

Secara umum, bila melihat bagian-bagian tersebut, sepertinya tidak ada perbedaan besar antara traktor dengan mobil pada umumnya.  Perbedaan sepertinya hanya ada pada bagian terakhir yaitu alat untuk bekerja, namun demikian sebenarnya keempat bagian lainnya juga ada banyak perbedaan.  Misalnya bila kita ingin mengubah sebuah truk dimodifikasi menjadi traktor, maka hal-hal berikut harus dipertimbangkan:

a. Konstruksi traktor sangat kaku di semua bagian

b. Traktor dipergunakan dengan beban berat hampir di seluruh waktu kerjanya

c. Traktor bergrak dengan kecepatan rendah

d. Traktor umumnya bergerak di lahan yang tidak rata

e. Traktor beroperasi pada lahan berdebu dan berlumpur

f. Traksi atau gaya tarik yang kuat diperlukan

g. Ground clearance besar dibutuhkan

h. Rem untuk roda kiri dan kana harus dipisahkan dan bebas, namun bisa disatukan dengan menggunakan differential lock

Selain keutamaan tersebut di atas, perlu diperhatikan bahwa traktor harus memiliki kemampuan menarik dan mengangkat implemen. Oleh sebab itu penyaluran tanaga ke bagian ini harus tersedia.

2.2. Enjin

Kebanyakan dari traktor roda empat dilengkapi dengan enjin diesel, 4-tak, berpendingin air.  Banyak diantaranya memiliki 2 hingga 6 silinder.  Enjin traktor nampak seperti enjin truk atau bus tetapi dilengkapi dengan governor yang efektif untuk keperluan dapat menjaga putaran konstan dengan tanpa memandang beban yang diberikan.

Gambar Enjin Traktor

Enjin dari sebuah traktor roda empat umumnya dilengkapi dengan:

1) Sistem bahan bakar.  Enjin traktor biasanya memiliki sebuah pompa injeksi untuk setiap silinder.  Untuk mengalirkan bahan bakar, diperlukan pompa bahan bakar (lihat Gambar 2).

2) Sistem pelumasan. Minyak pelumas dialirkan secara paksa oleh pompa minyak pelumas ke berbagai bagian enjin.

3) Sistem pendingin.  Radiator dan kipas pendingin selalu melengkapi enjin yang berpendingin air.  Pompa harus dilengkapi untuk memastikan terjadinya sirkulasi air. (Lihat Gambar 3)

4) Sistem listrik.  Ada alat motor starter untuk memutar flywheel yang ditenagai oleh aki (accu). Aki juga digunakan untuk menyalakan lampu, klakson dan aksesoris lainnya.  Aki dicharge oleh generator, yang selalu berputar bersama putaran enjin.

Gambar 2. Sistem penyaluran bahan bakar enjin diesel untuk traktor

Gambar 3. Sistem pendinginan pada enjin traktor

2.3. Alat untuk penyaluran tenaga

Alat ini berfungsi menyalurkan tenaga dari enjin menuju roda, poros pto, pompa oli untuk menggerakkan tiga-titik gandeng (thre- point linkage/hitch), dan lain-lainnya, pada berbagai tingkat kecepatan putaran.  Penyaluran tenaga ke roda, mirip dengan yang ada pada mobil, yaitu memiliki urutan dari enjin – kopling – gigi kecepatan – gigi diffrensial – poros roda.  Karena traktor bergerak dengan kecepatan yang sangat bervariasi, mulai dari 0,3 hingga 10 km/jam di lahan, dan 15 – 24 km/jam di jalan raya, jumlah gigi perubahan kecepatan umumnya bervariasi dari 6 hingga 12, atau lebih.  Gigi differensial dapat dikunci dengan diffrential lock, ini akan membuat kedua roda penggerak berputar bersamaan bila salah satu roda mengalami slip.  Blok enjin dan sistem transmisi biasanya menjadi satu sebagai badan utama traktor, maka dia dibuat dengan konstruksi yang sangat kuat

Gambar  Sistem transmisi traktor roda empat

2.4. Alat untuk bergerak

Bagian utama untuk bergerak adalah roda ban. Roda ban traktor ukurannya besar, untuk memberikan ground clearance yang besar, juga untuk mempermudah gerak pada lahan tidak rata, dan juga untuk meningkatkan kemampuan traksi.  Namun demikian, untuk lebih meningkatkan kemampuan traksinya, kembang roda ban dibuat lebih tinggi.  Demikian juga sering dilengkapi dengan berat tambahan berupa besi atau penambahan air ke dalam ban. (Gambar 4)

Namun demikian, pada lahan sawah yang berlumpur, beban yang berat akan malah menghambar gerak traktor.  Oleh sebab itu, traktor untuk lahan sawah biasanya dilengkapi roda sangkar, untuk mengurangi tekanan kontak.

Rem hanya disediakan pada roda belakang.  Rem roda kiri dan kanan dapat dipergunakan sendiri-sendiri untuk memudahkan belok (Gambar 5).  Traktor untuk lahan sawah biasanya dilengkapi dengan rem yang memilik bearing dengan seal kedap air.

Beberapa traktor dengan berpenggerak empat roda memiliki empat buah roda yang sama besar, dan ada yang memiliki roda depan yang lebih kecil.  Traktor yang memiliki empat roda yang sama besar umumnya memberikan traksi yang lebih besar, tapi lebih sulit untuk dikemudikan dibandingkan dengan yang roda depannya lebih kecil.

Gambar 4.  Pemberat tambahan pada traktor

Gambar 5. Konstruksi pedal rem traktor roda empat

2.5. Alat untuk kemudi

Traktor roda empat umumnya dikemudikan dari ruang kemudi dengan mengendalikan roda depan melalui roda kemudi (stir), sebagaimana umumnya mobil.  Namun ada juga kemudi dilakukan dengan mengatur roda belakang, seperti traktor buatan Thailand (Gambar 6). Gigi differential sangat penting untuk poros roda penggerak, dan jangan gunakan differential lock saat berbelok.

Sistem power steering digunakan untuk traktor besar.  Ini akan membantu memperingan pengemudian traktor.  Saat berbelok, diperlukan juga bantuan rem kiri bila berbelok tajam ke kiri atau sebaliknya.

Gambar 6. Alat Kemudi Traktor Roda 4

2.6. Alat untuk bekerja

Tiga-titik gandeng (three-point hitch) adalah bagian dari traktor yang berfungsi untuk menggandeng implemen (Gambar 7).  Dua buah lower link, kiri dan kanan, mampu bergerak naik yang dioperasikan oleh tekanan hidrolik, dan bergerak turun oleh gaya gravitasi.  Implemen dapat dinaik-turunkan oleh operator melalui alat ini dari kursi duduk operator.  Pada saat mengolah tanah, implemen pengolahan tanah umumnya diangkat pada saat traktor berbelok.  Bila peralatan stasioner, misalnya alat perontok atau pompa air dioperasikan melalui pemanfaatan poros pto, maka alat-alat tersebut akan dapat dengan mudah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya apabila alat-alat tersebut dipasangkan pada tiga-titik gandeng.

Tiga-titik gandeng biasanya dilengkapi dengan alat kendali posisi otomatis (automatic posisition control device), atau alat kendali draft otomatis (automatic draft control device), atau keduanya.  Yang pertama berfungsi menjaga agar implemen selalu berada pada ketinggian yang telah diset melalui tuas kendali.  Yang kedua digunakan untuk secara otomatis menjaga tahanan tarik yang tetap, misalkan, dengan secara otomatis menaikkan implemen bila melalui tanah keras atau halangan, dan jika tanahnya seragam, maka kedalaman pengolahan yang seragam akan dengan mudah dapat diperoleh.

Tenaga yang disediakan pada poros pto dipergunakan untuk memutar implemen sambil menariknya seperti kultivator rotari, mower, dll. Dan juga dapat digunakan untuk menggerakkan peralatan stasioner. Poros pto biasanya terletak di bagian belakang bawah traktor (Gambar 8).  Putaran pto bervariasi tergantung jenis traktor, berkisar antara 500 hingga 1500 rpm sesuai dengan putaran engine.  Ada yang putaran pto tidak bergantung pada kecepatan maju traktor (cocok untuk kultvator rotari, mower, kerja stasioner, dll), ada juga yang sesuai dengan laju traktor (cocok untuk alat tanam, penyiang, dll)

Gambar 7. Tiga-titik gandeng

Gambar 8. Poros pto traktor roda empat

Sejarah bajak dilakukan telah beribu-ribu tahun yang lalu sekitar 7000 tahun yang lalu. Pada penemuan arkeologi dan tulisan-tulisan kuno diketahui bahwa ada pendapat dimana membajak tanah dapat meningkatkan kesuburan tanah.

Dalam tulisan-tulisan ilmiah abad ke-19, bahasan mengenai pengolahan tanah agaknya bertitik tolak dari pandangan ini. Timbul banyak pertanyaan dengan cara bagaimana kesuburan tanah dapat ditingkatkan. Paling tidak dalam setengah abad pertama dari abad ke-20, terdapat dua pendekatan utama dalam penelitian-penelitian mengenai pengolahan tanah. Kelompok ilmuwan pertama mulai dengan mempertanyakan tentang kondisi tanah yang bagaimana yang cocok untuk pertumbuhan tanaman.

About these ads

22 Tanggapan

  1. Wahhh… jadi inget jaman dulu pas sekolah baca tulisan ini :)

  2. blognay keren geng,,,,semua artikelnya menarik

  3. apew komponen utama bajak piring?tolong reply

  4. thx bro,,,artkle ny mmbantu ane

  5. hallo masbro, tulisannya bagus. saya minta sumber bacaannya ya.. thanks..

  6. thanks bang atas informasinya,,,,

  7. Aku mengkoordinir pemakaian 18 unit traktor ford 6640 untuk angkut TBS. Kendalanya di jalan yang lebut dan rusak berat tetap tak mampu. Tolong bila solusi modifikasi traktor+trailler(4 ton) agar tetap mampu melewati jalan rusak berat.

  8. tq masbrooo..membantu sangat ini

  9. blognya bagus yach,,,,,

  10. artikelnya komplit, ngebantu buat nambah bahan. thanks

  11. Wonderful work! That is the type of information that are supposed to
    be shared around the net. Disgrace on Google for not
    positioning this post higher! Come on over and consult
    with my website . Thanks =)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: